Selama hampir setahun, dua wartawan kawakan, Farid Gaban dan Ahmad
Yunus, mengelilingi Indonesia. Mereka menyebut perjalanan ini sebagai
Ekspedisi Zamrud Khatulistiwa. Dengan mengendarai sepeda motor win 100
cc bekas yang dimodifikasi, mereka mengunjungi pulau-pulau terluar dan
daerah-daerah bersejarah di Nusantara. Dari Sabang sampai Merauke, Dari
Miangas hingga Pulau Rote. Ratusan orang telah mereka wawancarai;
ratusan tempat telah mereka singgahi.
Tujuan utama ekpedisi ini
adalah mengagumi dan menyelami Indonesia sebagai negeri bahari. Di atas
semua itu, mencatat keseharian masyarakat yang mereka lewati. Mencatat
dari dekat.
Dan, inilah catatan Ahmad Yunus. Dengan pandangan
khas anak muda, Yunus menuturkan peristiwa di berbagai tempat yang dia
kunjungi dan menjahitnya dengan data-data sejarah. Baginya, perjalanan
ini adalah bagian dari upayanya untuk menjawab pertanyaan pribadinya
tentang Indonesia. Selain itu, buku ini juga usahanya untuk menulis
sejarah masyarakat yang selama ini terlupakan, baik oleh pemerintah
maupun arus media utama.
Gaya penulisan jurnalisme sastrawi
membuat buku ini mengalir lancar. Dan akrab. Membacanya seakan menyimak
dengan khidmat manisnya per-sahabatan warga Nusantara dan keindahan
daerah-daerah di luar Jawa. Juga kegetiran mereka. Semua itu saling
berkelindan dan sambung-menyambung menjadi satu: sasakala Indonesia.
Dilengkapi 50 foto jepretan Farid Gaban dan film dokumenter besutan Ahmad Yunus dan Dhandy Dwi Laksono, buku ini menyodorkan realitas terkini tentang Indonesia dan mengajak kita untuk mencintainya dengan sederhana.
Buku ini seperti sambal. Pedas tapi bikin ketagihan. Catatan yang membuka mata tentang kenyataan Indonesia dari pinggiran. Sebuah buku yang mampu menangkap denyut kehidupan orang biasa yang mengisi wajah Indonesia. Andy F. Noya, Host Kick Andy
Ahmad Yunus “membaca” Indonesia dari jarak dekat. Ketika hampir enam dekade lalu Che Guevara melintasi Amerika Selatan dengan sepeda motor, kini Yunus melakukan hal yang sama. Tapi dengan cara berbeda. Selain itu, Yunus menulis kisah perjalanannya dengan narasi yang menyentuh. Kita seakan terlibat petualangan menjelajah garis depan republik ini. Anies Baswedan, Penggagas Indonesia Mengajar
Sulit menemukan orang “segila” Ahmad Yunus. Ia mau menemani saya keliling Indonesia bersepeda motor, tidur di mana saja, dan naik kapal yang berisiko tinggi ketika mengunjungi pulau-pulau kecil tempat malaria mengancam, tanpa kehilangan selera humor, kewarasan, kepekaan serta ketekunan merekam dan menulis apa yang ada di depan matanya. Farid Gaban, wartawan senior, rekan seperjalanan Ahmad Yunus
Ahmad Yunus bertemu dan hidup dengan orang-orang biasa yang menuturkan kisah-kisah mereka, dari Sabang sampai Merauke. Selain menarik karena kesederhanaannya, buku ini juga menunjukkan kepada kita seperti apa "Indonesia" dalam benak dan pengalaman para penghuni negeri kepulauan ini. Linda Cristanty, Sastrawan dan wartawan
Buku ini mengajak kita untuk menyelami Indonesia dari dekat. Sebuah rekaman perjalanan yang menggugah hati. Imam B, Prasodjo, dosen Universitas Indonesia dan pendiri Yayasan Nurani Dunia
Detail Produk
ISBN: 9789790242852 Juli 2011 Penerbit: Serambi Ukuran: 13 x 20,5 Halaman: Bahan: Imperial Berat: 362 gram